Minggu, 29 Mei 2016

Lukisanku "Coldness of Nature" dan Deskripsinya




Coldness of Nature









 







 Pelukis             :           Erin Apriliani
Kelas                :           XI-IPA4
Ukuran            :           60 x 50 cm
Media              :           Akrilik di atas kanvas

Deskripsi
            Lukisan ini menggambarkan kesejukan, ketenangan dan kedamaian. Kesejukan ditampilkan dalam nuansa awan yang berwarna biru muda dan tak dilukiskan matahari disana yang diartikan keadaan sedang sejuk. Sedangkan ketenangan dan kedamaian ditampilkan melalui air pantai yang tenang tanpa adanya ombang-ambing dan gemuruh ombak.
            Pohon-pohon cemara di tepi pantai menggambarkan adanya kedamaian. Meski pohon itu berbeda namun tetap bersatu berpegang tangan untuk melindungi pantai. Batu hitam merupakan penyangga pantai agar tetap tenang dan stabil. Dan warna hitam itu berarti  elegan dan kuat.
            Jika seseorang memandangi alam yang indah, percayalah akan membuat hatinya merasa tenang. Pandangilah alam maka matamu akan berseri. Rasakan kesejukan alam itu maka jiwamu akan damai.

Jumat, 20 November 2015

Diam Seribu Bahasa



Matahari kini terasa tepat di depannya. Panas. Cuaca sangat panas hari ini. Seperti tak pernah terasa dingin, udara panas menguak tajam. Dengan langkah gontai, Angel meneruskan perjalanan pulangnya menuju rumah. Bukan hanya cuaca yang panas, namun peristiwa-peristiwa hari ini di sekolah juga membuat hatinya panas dan lelah.
        Angel adalah salah satu siswa kelas 10 di SMA yang cukup terkenal di daerahnya. Ia tinggal bersama kakak dan kedua orang tuanya. Tidak seperti biasanya, kini Angel harus berangkat dan pulang sekolah sendiri, karena kakaknya, Bara yang selalu mengantar-jemput Angel telah berpindah tempat kerja yang kebetulan berbeda arah dengan sekolah Angel. Dan hari ini Angel terpaksa pulang berjalan kaki sendiri. Karena tak ada tumpangan gratis yang dapat ia tumpangi. Dan keuangannya sekarang sedang sekarat alias kere. "Sial sekali hari ini", ucapnya sembari kesal.
       Tiba-tiba di perjalanan pulang, ia teringat peristiwa-peristiwa yang telah menimpanya di sekolah tadi. Peristiwa-peristiwa itu cukup membuat ia kaget, kesal dan tak karuan. Ia harus mendapatkan hukuman karena terlambat dan tidak mengikuti pelajaran selama tiga jam. Juga bertemu dengan orang yang ia sukai saat melakukan hukuman menghormati bendera selama satu jam. Betapa memalukannya hari ini. Dan hal ini membuat otaknya panas dan lelah. Ditambah dengan cuaca yang kian bertambah panas, ia mempercepat langkahnya agar dapat segera tiba di rumah.
          Akhirnya Angel pun tiba di rumah. Sesampainya di rumah, ia melihat seisi ruangan dan rupanya hanya ada kakaknya yang berada di rumah, tepatnya di ruang keluarga. Ia pun salam pada kakaknya dan langsung memasuki kamar dengan wajah yang menunjukkan rasa lelah.
          Dengan sedikit tak sadar, karena kelelahan, Angel pun tertidur setelah berganti pakaian. Ketika itu, waktu menunjukkan pukul 13.15 WIB. Ia tidur sangat lelap dengan wajah sayu yang sedang lelah. Hingga kakaknya pun tersenyum melihat wajah lelah adiknya yang sedang tidur.
         Sinar matahari sore begitu indah dan cukup menyilaukan. Dan kini sinarnya menembus kaca ruangan keluarga Angel. Wajah Angel pun terkena silaunya, hingga membuat ia terbangun dari tidurnya. "Ya ampun! Aku bangun kesiangan", sontaknya dengan nada sedikit tinggi. Ia pikir sore itu adalah pagi, ia sendiri tak mendelik jam dinding sedikit pun. Dengan terburu-buru Angel bersiap-siap seperti halnya akan ke sekolah. Ia segera pergi ke tempat handuk, lalu pergi menuju kamar mandi. Ternyata di kamar mandi, telah ada yang sedang di dalam dan sepertinya itu Kak Bara. "Aduh gimana mau ke sekolah, belum apa-apa juga. Kak Bara cepat mandinya, kak! Nanti aku kesiangan". Kata Angel sambil berceloteh seendiri lalu berteriak pada kakaknya yang sedang di dalam kamar mandi.
    "Aduh ini anak, ada apa sih. Selalu bikin sibuk" Celoteh kakaknya sambil keluar dari kamar mandi. "Ayolah kak. Nanti aku terlambat". Kata Angel sambil memasuki kamar mandi.
        Kakaknya agak bingung, mengapa Angel terburu-takut sekali. Dan berkata takut terlambat, memangnya dia mau kemana. Setahunya, hari ini Angel tidak ada kegiatan di luar sekolah hari ini. Tapi kakaknya hanya membuarkannya saja, karena sejenak ia berpikir bahwa Angel memang pelupa. Kakaknya itu hanya tersenyum melihat kelakuan adik satu-satunya itu.
        Setelah selesai mandi, Angel langsung berpakaian dengan terburu-buru dan menuju ruang makan. "Kak, kok tidak ada sarapan? Ibu mana? Aku pasti telat nih".
"Sarapan apa de? Memangnya kamu mau kemana berpakaian seragam sekolah begitu?"
"Maksud kakak apa?"
"Kamu tidak melihat jam?" Dengan cepat Angel langsung melihat jam dinding di ruang tamu. Jam dinding pun menunjukkan pukul 16.05 WIB. Seketika Angel terkejut hingga diam seribu bahasa.






Ini cerpen saya. Dibuatnya saat saya kelas 10, tapi baru diposting sekarang dan direvisi kemarin-kemarin. Mohon maaf jika ada ejaan yang salah ataupun kesalahan lain. Terimakasih telah membaca.